Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 30, 2018 in Kabar Pondok | 0 comments

Naela Hidayatul Mukaromah, Dari Lurah Putri Menjadi Duta Santri

Naela Hidayatul Mukaromah, Dari Lurah Putri Menjadi Duta Santri

Pemenang Duta Santri Nasional 2018 (asw/doc)

Yogyakarta – Setelah melalui persaingan ketat, akhirnya Naela Hidayatul Mukaromah dari Ponpes Durrotu Aswaja Banaran Semarang menyandang gelar Duta Santri Nasional 2018. Santriwati yang juga masih aktif menempuh studi S1 Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Semarang, sukses mengumpulkan nilai tertinggi dalam babak grand final yang digelar bebarengan dengan peringatan Harlah ke-68 Fatayat NU di Gedung Wana Bhakti Yasa Yogyakarta, Minggu (29/4)

“Tidak menyangka. Syukur alhamdulillah. Soalnya peserta lainnya juga bagus-bagus,” tutur Naela saat dijumpai usai pemilihan.

Babak grandfinal ini diawali penampilan 20 semifinalis yang sebelumnya terpilih melalui babak penyisihan di Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Kamis (26/4). Selanjutnya, dari 20 semifinalis dipilih enam finalis, terdiri dari tiga santri dan tiga santriwati. “Mereka berhasil lolos dari tiap babak yang pada awalnya diikuti total 165 peserta,” ungkap Ketua PW Fatayat NU DIY, Khotimatul Husna.

Keenam finalis tesebut terpilih setelah melalui tahapan penilaian, meliputi keseharian di masa karantina, keaktifan, forum diskusi terbatas,hingga seleksi babak semifinal. Mereka layak masuk grandfinal yang menghadirkan pertanyaan langsung dari sejumlah tokoh, seperti GKR Mangkubumi, Ketua PB Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) kh Abdul Ghofar Rozin, Ketua PBNU KH Imam Azis, Wakil Ketua PWNU DIY KH Habib Syakur serta Nyai Hj Ida Fatimah Zainal.

Selain itu, Yusuf Erricks dari Ponpes Ar Raudlotul Hasanah Medan sebagai juara 1 putra, pada juara kedua diraih Nailiya Magfiroh dari Ma’had Aly Hasyim Asyari Tebuireng Jombang serta M Ihsan Kamalussaman, santri Ponpes Attawabin Depok Jabar. Juara ketiga ditempati Khusnul Khotimah dari Ponpes Al-Ittihad Cianjur dan M Kholid asal Ponpes Darullughowa Dakwah Pasuruan.

Ketua PB RMI KH Abdul Ghofar Rozin yang membawahi pesantren NU di Indonesia mengatakan, peran dan keberadaan pesantren saat ini makin penting. Dari 28 ribu pesantren di Indonesi, 23 ribu lebih diantaranya berada dibawah NU. Banyaknya pesantren ini, membuktikan potensi yang dimiliki lembaga keagamaan ini sangat strategis, “Apalagi santri makin menemukan momentumnya. Termasuk penetapan Hari Santri Nasional (HSN) yang mengakui eksistensi santri di negeri ini,” ungkap Gus Rozin.

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: