Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Agu 2, 2018 in Kabar Pondok | 0 comments

Amal Bakti Santri (ABAS) Periode II Tekankan Mini Research

Amal Bakti Santri (ABAS) Periode II Tekankan Mini Research

Semarang – Menjadi santri pada umumnya harus siap membimbing masyarakat. Kelebihan ilmu dan keterampilan yang dimiliki hendaknya dapat dirasakan kalangan lain, sehingga benar-benar menjadi kalangan yang berguna.
Hal tersebut juga dibuktikan  Pondok Pesantren Durrotu Aswaja (PPDA) Banaran Gunungpati Kota Semarang Jawa Tengah. Pada kegiatan Amal Bakti Santri (Abas) angkatan kedua sebagai pengabdian kepada masyarakat, lbih menekankan menekankan adanya penelitian kecil.
Kiai Agus Ramadhan selaku pengasuh PPDA mengungkapkan perlunya penelitian kecil tersebut atau mini reseach. “Abas angkatan kedua sebagai KKN ala santri ini bukan sekadar belajar berinteraksi yang manfaat bagi masyarakat, namun juga melakukan rihlah ilmiah atau mini research,” kata Kiai Agus, Jumat (3/8) dini hari.
Menurutnya, penelitian yang ada nantinya juga ditindaklanjuti. “Hasil dari mini reseach ini akan menjadi rekomendasi tersendiri bagi Abas angkatan ketiga,” ungkapnya. Selain itu keberadaannya sebagai bekal pengalaman sebelum terjun ke masyarakat sehingga mengerti hal-hal yang dibutuhkan dan bisa dikembangkan di masyarakat setempat, lanjutnya
Kegiatan yang ditujukan menjaga akidah masyarakat ini, lebih lama dari tahun sebelumnya, “Kalau periode kemarin hanya 21 hari di tiga lokasi, tetapi sekarang bertambah menjadi tujuh lokasi selama sebulan penuh,” tutur kiai muda yang juga sebagai sekretaris Rabithah Ma’ahidil Islamiyah NU Kota Semarang.
Ketua panitia, Muhammad Reza Maulana mengatakan, ada beberapa tempat yang menjadi tujuan kegiatan Abas angkatan kedua ini. Yakni Masjid Al Mukaromah dan Masjid Al Hidayah yang berada di Kelurahan Ngijo, Gunungpati. Selanjutnya Masjid An Nur, Masjid Nurul Huda, Mushalla Al Muttaqin dan Mushalla di Perumahan Sekargading. Semuanya bertempat di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati. Selanjutnya Masjid Ayodyah, Perumahan Ayodyah, Kelurahan Sekaran, Gunungpati.
Santri yang melaksanakan program Abas angkatan kedua berjumlah lebih dari 70 santri dan terbagi sesuai dengan mekanisme yang telah diatur panitia, “Setiap kelompok terdiri dari 14 santri. Semuanya memiliki tugas masing masing,” paparnya.
Secara umum, sejumlah program kerja telah disiapkan antara lain, shalat maktubah (shalat lima waktu) berjamaah, mengajar Al-Qur’an, latihan bilal, khatbah, mengajar taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan rebana.
Progam kerja lainnya sepert mengajar Madrasah Diniyah (Madin), memberikan kultum, pembacaan tahlil, manakib, mujahadah, pembacaan al-Barjanzi, serta ikut serta memeriahkan hari ulang tahun (HUT) RI ke 73, dan shalat Idul Adha.
Pengaruh budaya akademik memberikan polesan tersendiri dengan mini reseach yang disusun oleh masing-masing kelompok. “Sehingga poin rekomendasi yang diusulkan menjadi peta dakwah Abas angkatan selanjutnya,” jelasnya.
Dirinya berharap seluruh tahapan akan berjalan sesuai harapan. “Kami berharap semua akan berjalan lancar tanpa ada halangan apa pun,” tandas Reza yang juga mahasiswa jurusan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang atau Unnes itu. (Rifki/Ibnu Nawawi)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: