Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Feb 15, 2018 in Kabar Pondok | 0 comments

Wayang Santri Ramaikan Grand Opening Haflah Akhirussannah XXVIII

Wayang Santri Ramaikan Grand Opening Haflah Akhirussannah XXVIII

Penancapan gunungan oleh Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja sebagai tanda pembukaan HAS 28 (PPDA/doc)

Semarang – Haflah Akhirussannah (HAS) merupakan salah satu agenda tahunan di setiap pondok pesantren, tak terkecuali Pondok Pesantren Durrotu Aswaja. Hal ini tak lepas dari amanah Alm. K. Masrochan (pendiri Ponpes Durrotu Aswaja) untuk melaksankan Haflah Akhirussannah disetiap tahunnya. Grand Opening sebagai acara pembuka dimeriahkan dengan wayang santri yang didalangi oleh Ki Hakim dan Ki Udin santri Ponpes Durrotu Aswaja, Rabu (14/2) malam.

Ketua panitia Haflah Akhirussannah ke 28, Muhammad Rifa’i mengatakan, HAS 28 merupakan suatu ajang untuk menambahkan semangat santri untuk mengaji dan mengambdi pada kiai. Sesuai jargon yang diusungkan dalam HAS 28 ini yaitu semangat berkhidmad meraih barokah dan manfaat. “ HAS 28 diharapkan mampu membuat para santri untuk bersemangat mengaji. Dalam Haflah Akhirussannah ini kami ada sembilan acara yang diawali dengan Grand Opening dan ditutup dengan puncak acaranya pengajian akbar yang insyaalloh akan diisi beliau Habib Luthi” ungkap Rifai saat memberi sambutan.

Kiai Agus Ramadhan, pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja dalam sambutannya menyampaikan setiap santri harus mengikuti setiap acara haflah akhirussannah tanpa terkecuali. “santri boleh mengikuti organisasi diluar pondok tapi jangan lupakan kewajiban kita sebagai santri. Jadikan pondok sebagai prioritas karena tujuan utama datang kesini adalah untuk mencari ilmu,” kata beliau diatas panggung.

Wayang merupakan salah satu warisan budaya jawa dan alat untuk berdakwah oleh Sunan Kalijaga. Grand opening kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wayang santri merupakan hiburan tersendiri yang ditampilkan untuk memeriahkan acara Haflah Akhirussannah ke 28. Wayang santri yang di dalangi oleh kang Hakim dan kang Akhiruddin menceritakan tentang kehidupan santri dan kiai. “Hal ini merupakan sebuah inovasi baru dari serangkain acara Haflah Akhirussannah. Baru kali ini wayang masuk pondok,” tambah Kiai Agus Ramadhan. (Tam)

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: