Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 3, 2019 in Galeri, Kabar Pondok | 0 comments

Tradisi Musybro Dalam Pesantren Durruto Aswaja

Tradisi Musybro Dalam Pesantren Durruto Aswaja

Semarang – Menjelang akhirissanah (akhir tahun ajaran di pondok pesantren,red) setiap pesantren memiliki tradisi sendiri. Salah satunya musyawarah kubro atau bahsul masail yang secara rutin menjadi bagian dari kegiatan akhirissanah di PP Durrotu Ahlissunnah Wal Jamaah (PPDA) Sekaran Gunungpati Semarang. Kiai Agus Romadhon menuturkan tujuan musyarah kubro sebagai ikhtiyar menjaga tradisi pesantren dalam mengajarkan proses pengambilan hukum suatu perkara yang tidak ada dalam Alquran dan Alhadist.

“Musyawarah kubro ini untuk menjaga dan nguri-uri tradisi bahtsul masail di lingkungan pesantren NU. Harapannya santri dapat menguasai metode cara mengambil hukum atau metode bahstul masail dalam mnyelesaikan permasalahan fiqh,” tuturnya, Sabtu (30/3/2019).

Musyawarah kubro yang diikuti para santri PPDA dan beberapa pesantren yang ada di Kota Semarang tersebut menghadirkan Lembaga Bahsul Masail NU Kota Semarang, Gus Sa’dullah Shodiq dan Gus Ahmad Mundzir sebagai mushohih mendampingi pengasuh PPDA

Menurut Lurah PPDA putra, Moh. Fika Al Muzabbib, kegiatan tersebut diikuti beberapa pesantren saja saat ini. “Pondok yang hadir relatif sedikit, Al Ishlah Mangkang kulon Tugu, Life Skill Daarun Najaah Ngaliyan, Al Asror Patemon Gunungpati, Luhur Wahid Hasyim Sampangan, dan Manbaul Huda Ngaliyan,” katanya.

Dia mengungkapkan, ketidak hadiran pesantren yang diundang disebabkan adanya agenda kegiatan lain di waktu yang sama. “Peserta dari pondok lain sedikit. Sudah konfirmasi izin karena kebanyakan berbenturan dengan acara pondok masing-masing dan acara di lingkungan pondok,” terangnya.

Ditambahkan, as’ilah atau topik pembahasan sudah ditentukan dengan memilih beberapa permasalah fiqh. As’ilah ditentukan berdasarkan permohonan yang dikirim ke pesantren. “Pesantren yang hadir itu juga kita minta untuk mengirimkan as’ilah,” katanya. (HQ)

https://www.semarnews.com/2019/03/tradisi-musybro-dalam-pesantren-durruto.html

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: