Pages Menu
Categories Menu

Tahfidzul Qur’an

PROGRAM TAHFIDZUL QUR’AN

PP DURROTU ASWAJA

 

Salah satu program unggulan Pondok Pesantren Durrotu Aswaja yang mayoritas dihuni oleh kaum Mahasiswa ini adalah program menghafal Al-qur’an. Program ini terbilang masih baru di lingkungan pondok, namun santri yang sedang proses menghafal cukup banyak bila dilihat dari biodata dan jumlah presensi santri dalam program ini, ada sekitar sembilan puluh delapan (98). Santri yang sedang dalam proses menghafal diberikan kebebasan dalam mengikuti kegiatan pondok, boleh mengikuti madrasah diniyyah atau tidak namun sangat diangjurkan bagi santri yang sedang tahap menghafal dapat mengikuti setiap rutinitas kegiatan pondok.

Letak kamar santri yang terbilang strategis yaitu berada di lantai paling atas sendiri sengaja di pilihkan pihak ndalem untuk para santri yang sedang proses menghafal, alasannya yaitu untuk menciptakan suasana yang tenang, nyaman sehingga biasa nderes setiap saat. Penempatan kamar yang sengaja dipisahkan dari kamar-kamar lain yang non program menghafal supaya santri yang sedang proses menghafal dapat memuroja’ah setiap saat tanpa mendengar keriwehan dari bawah atau kamar-kamar yang lain. setoran mengaji yang dilakukan dalam program ini adalah setiap hari dari sabtu sampai kamis sore dengan dua kali setoran yaitu setiap selesai sholat maghrib dan shubuh. Program menghafal ini juga mempunyai aturan-aturan khusus yang cukup mengikat bagi santrinya, hal ini dilakukan semata-mata untuk tetap memantau kegiatan santri agar pandai dalam mengatur waktu kuliah dan mengaji apalagi bagi santri yang sedang proses menghafal yang setiap harinya dituntut untuk menyetorkan hafalan dan mengulanginya. Adapula takziran atau hukuman-hukuman dari level yang biasa sampai disowankan ke ndalem bagi santri tahfidz yang melanggar, hal ini dilakukan untuk tetap mengontrol tingkah polah setiap santri tahfidz. Larangan pacaran pun sangat di perhatiakan dalam program ini serta dalam program ini aturan yang dirasa sangat mengikat yaitu tentang santri Tahfidz yang dilarang boyong sebelum menyelesaikan hafalannya, beberapa santri tahfidz sering meneriaki semboyan ini dengan penuh semangat yaitu  “Pantang Boyong, sebelum Khatam”.

Ustadzar Dzir (begitu sapaan akrabnya) nama lengkap beliau adalah Dzirwatul Mudzakiyah S.Pd.I Al-hafidzoh, beliau adalah putri pertama dari pengasuh dan pendiri pondok ini Abah Masrukhan (Allohummmaghfirlahu). Kepada beliau, para santri program tahfidz menyetorkan hafalannya setiap harinya, dan insyaalloh mempunyai sanad guru yang jelas karena beliau lulusan dari pondok Qur’an ternama di Wonosobo dan Kudus.

Kegitan-kegiatan rutin sebagi pendukung dari program khusus tahfidz ini adalah simaan rutinan setiap minggu (hari sabtu pagi), khataman Qur’an di Maqbaroh Abah yai Masrukhan (Ahad pon sore), khataman qur’an di lingkungan warga (ahad pon pagi, desa Delik Sari), serta simaan Akbar setiap tahun pada acara Haflah Akhirussanah (HAS).

Dilhat dari trackrecordnya, dari program ini memang belum banyak me-wisuda santrinya sebagai hafidz/hafidzoh, tetapi Alhamdulillah sudah ada lima santri yang telah diwisuda tahun 2019.

Mohon do’anya semoga ada yang wisuda tahun depan, Aamiin.

TATA TERTIB SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN PONDOK PESANTREN DURROTU AHLISSUNNAH WALJAMA’AH (PPDA)

  1. Setoran hafalan dilaksanakan setelah Maghrib dan setelah Shubuh setiap hari kecuai hari libur setoran
  2. Setoran bertempat di aula lantai 2 Pondok Pesantren Durrotu  Ahlissunnah Waljama’ah (PPDA)
  3. Sebelum setoran dimulai santri harus sudah berada di aula lantai 2 dan antri terlebih dahulu
  4. Hafalan yang ingin disetorkan wajib minta disima’kan oleh teman terlebih dahulu
  5. Selama setoran WAJIB membawa buku presensi sendiri
  6. Jika sudah mendapatkan satu juz, santri WAJIB muroja’ah seperempat juz setiap setoran sebelum ziyadah ke juz selanjutnya
  7. Jika sudah mendapatkan 5 juz, santri WAJIB muroja’ah kembali seperempat juz setiap setoran dan diperkenankan ziyadah ke juz selanjutnya
  8. Libur setoran pada Malam Jum’at dan Jum’at Pagi setiap minggunya
  9. Kegiatan yang sudah direncanakan WAJIB di ikuti, dan akan dikenakan ta’zir bagi yang tidak mengikuti
  10. Setiap akhir bulan akan diberlakukannya rekapitulasi presensi dari masing-masing kegiatan untuk menentukan ta’ziran

 

KEGIATAN SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN PONDOK PESANTREN DURROTU AHLISSUNNAH WALJAMA’AH (PPDA)

  1. HARIAN
  2. Setoran setiap pagi setelah shubuh dan sore setelah maghrib kecuali hari libur
  3. Muroja’ah berpasangan dengan santri tahfidz yang lain maksimal 1X dalam sehari dan dilakukan dengan orang yang berbeda (dalam satu bulan itu)
  4. MINGGUAN
  5. Mengikuti sima’an bin Nadzor dan Yanbua-nan bersama setiap Rabu Pagi
  6. PERIODIK
  7. Mengikuti sima’an setiap dua minggu sekali
  8. Mengadakan Khataman Al Qur’an bin Nadzor setiap satu bulan sekali yang dilaksanakan setiap malam Kamis minggu ketiga
  9. Ziarah + tadarus ke makam auliyaa’ dari pagi sampai sore
  10. TAHUNAN
  11. Mengikuti Sima’an HAS PPDA (WAJIB)

SISTEM TA’ZIRAN SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN  PONDOK PESANTREN DURROTU AHLISSUNNAH WALJAMA’AH (PPDA)

  1. HARIAN
  2. Setoran Harian

Ketentuan :

  1. Level 1 : 5 kali tidak setoran tanpa izin
  2. Level 2 : 6-10 kali tidak setoran tanpa izin
  3. Level 3 : > 10 kali tidak setoran tanpa izin

Ta’ziran :

  1. Level 1 : Denda Rp 5000 dan menyiapkan segala sesuatu sebelum sima’an serta mencuci piring setelah sima’an dua mingguan
  2. Level 2 : Denda Rp 10.000 dan memimpin tahlil saat sima’an dua mingguan
  3. Level 3 : Denda Rp 20.000 , disowankan ke ustadzah , dan di hubungi orang tuanya
  4. Muroja’ah

Mengepel lantai 2 Putri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah dan kamar sambil muroja’ah

  1. MINGGUAN
  2. PERIODIK
  3. Sima’an dua mingguan
  4. Satu kali tidak mengikuti sima’an : pra sima’an + ngopyak-ngopyaki
  5. Dua kali tidak mengikuti sima’an : sima’an satu juz

KESEPAKATAN SEMUA SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN

Kegiatan rutin Simaan setiap sabtu pagi.

Kegiatan khataman rutin di Maqbaroh Abah