Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 25, 2018 in Galeri, Kabar Pondok | 0 comments

Sarasehan : Pondok Pesantren Pencetak Ekonomi Mandiri

Sarasehan : Pondok Pesantren Pencetak Ekonomi Mandiri

Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah kembali menyelenggarakan kegiatan Sarasehan(21/3). Kali ini Ponpes Aswaja bekerjasama dengan RMI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kegiatan yang diawali dengan arak-arakan para santri dengan kreatifitas

Gus Imad memaparkan materi ke ekonomian pesantren (aswaja/doc)

propertinya dan menuju Kelurahan dengan start arak-arakan parkiran pondok. Kegiatan ini diadakan tidak hanya untuk para santri melainkan untuk umum. Kegiatan utama sarasehan berada di Kelurahan Sekaran yang dimulai dengan bacaan ayat suci Al Quran yang dilantunkan oleh saudara Zainul Ishlah. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, serta pembacaan teks Pancasila. Kemudian terdapat beberapa sambutan yang salah satunya ialah sambutan dari Kiai Haji Ulil Albab. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kita harus bias seperti air laut yang tidak akan berbau bangkai sekalipun terdapat bangkai yang banyak didalamnya. Jika ingin menjadi pondok yang besar maka harus memiliki jiwa yang besar juga, cerdas pula. Beliau pun menyampaikan bahwa santri itu sudah hebat segalanya hanya satu yang belum ialah hebat financial karena masih mengandalkan orang tuanya. Beliau berharap dengan adanya kegiatan sarasehan tersebut dapat mengubah mainset masyarakat bahwa santri tidak dapat berpenghasilan, tetapi dapat membuktikan bahwa santri dapat berhasil dalam hal materi sekalipun. Dalam penutupan sambutannya beliau berpesan bahwa santri adalah anak macan maka harus menjadi macan, tidak perlu menyebar proposal pada partai politik karena akan sama saja seperti air sungai yang terkena bangkai, harus bias berpenghasilan sendiri.

Pada kesempatan kali ini kegiatan sarasehan memiliki dua pembicara yang luar biasa khususnya dalam entrepreneurship. Mereka ialah bapak Bagus Hermono dan Gus Imaduddin atau yang lebih akrab dipanggil Gus Imad. Kegiatan ini dimoderatori oleh santri Ponpes Aswaja yaitu M. Sohibur Rida. Gus Imad sebagai pembicara pertama banyak menyampaikan mengenai santri yang memiliki usaha. Menurutnya, potret santri saat ini telah memiliki peran serta wacana atau lebih tepatnya program, namun mereka enggan untuk melakukan. Beliau juga menyampaikan mengenai koperasi pondok yang seharusnya perputaran permodalan dan penghasilannya itu dari santri dan kembali lagi untuk kesejahteraan santri. Ponpes itu harus mandiri, yang mana tidak hanya mengandalkan jariyah dari santri melainkan harus memiliki usaha lain yang dapat membantu perkembangan Ponpes yang nantinya dapat mensejahterakan para santri. “Kemandirian ekonomi Ponpes itu terletak pada kekonsistenan Pondok dalam menjalankan usahanya” imbuhnya. Pada penutupan pidatonya beliau mengimbuhkan pesan bahwa, santri harus membantu Kiainya dalam membangun Pesantren, harus pula mulai untuk mandiri memiliki usaha dimulai dengan membangun relasi, ketika menjalankan usahanya pun jangan sampai meninggalkan ngaji. Di akhir beliau berjanji akan kembali ke Aswaja untuk mengecek apakah para santri Ponpes Aswaja telah memiliki usaha sendiri. (Jhe)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: