Pages Menu
Categories Menu

Posted on Jun 22, 2019 in Kabar Pondok |

Santri PPDA Membaur dengan Warga Saat Gelar Pengajian Halal Bihalal dan Santunan Anak Yatim

Santri PPDA Membaur dengan Warga Saat Gelar Pengajian Halal Bihalal dan Santunan Anak Yatim

K. Agus Ramadhan ssat mengisi pengajian halal bi halal dan santunan anak yaitim Murojaah 2015

Santri angkatan 2015 Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (Murojaah) membaur dengan warga setempat saat gelar pengajian halal bi halal dan santunan anak yatim, Kamis (20/06).

Bertempat di rumah salah satu santri, Jalan Wijaya Kusuma, Krajan, Desa Pabelan RT 01 RW 01, Pabelan, Salatiga, acara ini berjalan sesuai rencana. Hiruk pikuk warga setempat yang bersedia menghadiri acara mengundang komentar positif oleh pengasuh pondok, Kiai Agus Romadhon, S.Pd.I. Kebanggaan tersendiri diucapkan olehnya mendapati santrinya dengan lihai bersosialisasi dengan warga.

Kiai Agus juga menawarkan kepada warga mengenai Amal Bhakti Santri yang selanjutnya disingkat dengan “Abas” untuk dilaksanakan di Salatiga. Abas adalah pengabdian santri terhadap warga dengan tujuan mengamalkan ilmu yang mereka peroleh selama di pesantren.

Santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim juga dapat diberi predikat sukses. Wajah anak-anak kecil terlihat riang ketika menerima hadiah dari panitia.

Ketua angkatan Murojaah, Alif Rivan Hidayat mengungkapkan nasehat orang tuanya “Terus berjuang demi orang lain.” Sebab sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lain.

Sementara lurah pesantren, Muhammad Fika Al Muzabbib menambahkan “Siapa orang yang ingin diperpanjang umurmya, mangka berailaturrahimlah.”.

Penyambutan baik warga setempat diwakili oleh Ketua RW, Bapak H. Amin Mustofa, M.Pd. Beliau juga mendoakan, semua yang mengikuti acara tersebut semoga mendapat ilmu yang bermanfaat, di dunia maupun akhirat.

Di akhir mauidhoh, Kiai Agus menyampaikan tentang kebenaran hadis tentang bermushofahah. Sebab tidak ada hadiah yang diberikan oleh Allah swt. Kecuali dihapus dosa-dosanya. Kiai Agus, akhirnya memintakan maaf kepada warga apabila santri-santrinya melakukan kesalahan. Akhirnya acara ditutup dengan doa oleh ulama asli Salatiga, Kiai Prayoga.

%d blogger menyukai ini: