Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 17, 2017 in Kabar Pondok | 0 comments

Refleksi Hari Lahir NU ke-91

Refleksi Hari Lahir NU ke-91

 

31 Januari 1926 Nahdlatul Ulama’ lahir sebagai organisasi kemasyarakatan yang berhaluan ahlussunnah wal jama’ah. Sembilan puluh satu tahun NU telah memberi warna tersendiri bagi sejarah bangsa ini. NU berkiprah dan berkontribusi dalam setiap episode penting yang dialami bangsa ini, mulai dari masa perjuangan, merebut kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, masa reformasi hingga saat ini.

Kelahiran Nahdlatul Ulama’ diperingati oleh seluruh masyarakat Nahdliyin di dunia. Salah satu peringatan yang bertajuk “Refleksi dan Khatmil Quran Harlah ke-91 Nahdlatul Ulama” dilaksanakan oleh PCNU Kota Semarang pada 31 Januari 2017 di Hotel Pandanaran Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh kader NU dari berbagai lapisan, mulai dari tokoh NU, kiai, alim ulama, santri, hingga akademisi dan politisi.

Peringatan Harlah NU ke-91 dimulai dengan shalat maghrib  berjama’ah, pembacaan Al-Quran, pembacaan Al-Barzanji, shalat isya berjamaah, pemotongan tumpeng dan refleksi yang disampaikan oleh sejumlah tokoh NU.

“NU hadir tanpa lepas dari tantangan, karena berdirinya untuk menghadapi tantangan itu sikap yang diambil sebagai organisasi di kancah sosial kemasyarakatan yang diawali dengan melawan fenomena akidah yang melenceng dari ahlussunnah wal jamaah. Ketika berdiri, NU dihadapkan pada penjajahan, hingga sekarang pun NU akan terus menghadapi tantangan. Karena itu, para kader NU harus bisa menyadarinya dan waspada agar tidak ikut terhanyut dengan mereka.  Mereka selalu menyatakan Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadist. Sementara NU tidak lepas dari bimbingan ulama. Karena bimbingan ulama merupakan sirojul ummat atau pelita umat” pesan Dr. KH Anashom M.Hum selaku Ketua PCNU Kota Semarang.

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: