Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 3, 2018 in Galeri, Kabar Pondok | 0 comments

Ponpes Durrotu Aswaja Laksanakan Musyawarah Kubro

Ponpes Durrotu Aswaja Laksanakan Musyawarah Kubro

Para musokhih sedang menyimpulkan hasil musyawarah kubro (asw/doc)

Semarang – Ponpes Durrotu Aswaja mengadakan kegiatan musyawarah kubro (musbro) yang dipantik oleh Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. dosen dari UIN Walisongo sekaligus wakil LBMNU Jateng, Ustadz Fatoni dan K. Agus Ramadhan S.Pd.I pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja (1/4). Kegiatan musbro ini merupakan serangkaian acara Haflah Akhirussannah ke 28 Ponpes Durrotu Aswaja. Tidak hanya dari santri Ponpes Durrotu Aswaja, namun diikuti oleh santri dari berbagai pondok di semarang dan luar kota seperti PP. Salafiyah Miftahul Ulum, PP. Life Skill Darun Najah, PP. Apik kendal.

Tema yang diangkat dalam musbro ini merupakan hal-hal yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Seperti halnya hukum mengumandangkan sholawat pancasila dan program zakat di kementrian agama.

Al adzkar karya imam nawawi, sudah dijelaskan hukum membaca salawat selain kepada nabi. Kalau di nukil dari salah satu hadist, ada yg memperbolehkan solawat kpd selain nabi dimana nabi mengucap sollauhu alaiki…. Namun juga ada pendapat lain, ditarjih kemudian menghasilakn sebuah hukum. “Membaca solawat kpd selain nabi diperbolehkan dg catatan, seperti diikutkan saat kita mengucapkan solawat nabi. Missal allahumma solli ala sayyidina Muhammad wa ala ……,“ ungkap K. Agus Ramadhan.

Penghususan juga ada missal rodhiyallahu anhu, itu untuk sohabat, ada juga yg berpendapat untuk tabiin maupun para wali. Tidak ada nash yg menghususkan. Itu merupakan pendapat ulama. Hukum jawaz namun lebih spesifik dg hukum makruh tanzih. Membaca solawat kpd selain nabi diperbolehkan dg catatan, seperti diikutkan saat kita mengucapkan solawat nabi. Missal allahumma solli ala sayyidina Muhammad wa ala … .

Dalam hukum membayar zakat dalam program kementrian agama disimpulkan bahwa; zakat tanpa tamamil khaul wan nisab. Tidak bisa, hanya Boleh, dan dibenarkan karena zakat dikiyaskan dg tijarah yg diperbolehkan terbatas pada 8 asna. Baik sendiri-sendiri.

 

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: