Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 30, 2018 in Kabar Pondok | 0 comments

Ponpes Durrotu Ahlissunnah Waljamaah Gelar Haflah, Ini Pesan KH M Masroni

Ponpes Durrotu Ahlissunnah Waljamaah Gelar Haflah, Ini Pesan KH M Masroni

Semarang – Pendidikan tidak hanya sebatas mengajarkan seseorang tentang pentingnya rasio. Lebih dari itu, pendidikan berfungsi menumbuhkan keyakinan kepada Sang Pencipta sehingga menghasilkan generasi yang bertakwa. Pola ini diajarkan oleh agama dalam pesantren, di mana keyakinan sebagai landasan utama atau lazimnya disebut Spiritual Quotient (SQ). Dari adanya pendidikan agama dari pesantren akan menjadi landasan seseorang dalam mencari dan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan rasio. Dikatakan oleh KH M Masroni dalam Haflah Khatmil Quran Ponpes Durrotu Ahlissunnah Waljamaah dilapangan Banaran Gunungpati Semarang (28/04/2018) bahwa hilangnya keimanan dengan keyakinan penuh terhadap ilmu pengetahuan umum sama halnya dengan mendewakan akal fikiran.

Memberikan bekal pada para santri yang di-wisuda, Kiai yang saat ini menjabat sebagai sekretaris JATMAN menekankan tentang pentingnya ketaatan terhadap guru (kiai) sebagaimana banyak dikisahkan di dalam Al-quran maupun para shalafus shalih. Nilai moral keagamaan sebagai yang tertanam dengan baik akan menjadi generasi bangsa ini berperilaku baik dan selalu menghasilkan kebaikan.

Pesanten Mahasiswa Terbesar

Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, K. Agus Ramadhan, S.Pd.I dalam sambutannya menyatakan bahwa di Jawa Tengah terdapat banyak pesantren dengan segmentasi santri mahasiswa, dan yang terbesar ada di Gunungpati, “alhamdulillah, pondok pesantren mahasiswa yang terbesar di Jawa Tengah saat ini adalah Ponpes Durrotu Aswaja” kata Kiai Agus, “terbesar disini bukan berarti secara fisik memiliki bangunan yang luas dan besar, namun dari segi jumlah santrinya” lanjutnya, “meski harus uyel-uyelan karena dalam 1 kamar diisi kurang lebih 40 santri tapi masih betah” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Agus juga menyampaikan bahwa lurah pondok putrinya saat ini masuk 10 besar dalam perhelatan duta santri nasional yang digelar di Jogjakarta. Adanya pencapaian prestasi selama ini sebagaiman atelah disebutkan, dinyatakan atas dukungan dan doa dari warga Gunungpati, khususnya Banaran. Menurutnya, warga banaran ibarat orang tua santri, sehinga dukungan dan doa warga mampu menjadi bagian dari penyebab pesantren berkembang pesat, dan para santrinya bisa berprestasi.

Dikatakan, santri yang ada telah khatam al Quran, baik bin nadzar maupun bil ghaib. Pun demikian pesantren terus membangun dan mengalami kemajuan tanpa harus meminta bantuan sumbangan proposal kepada pemerintah. Dia menegaskan bila Ponpes Durrotu Aswaja maju tentu turut membawa nama Kelurahan Bnaran, Kecamatan Gunungpati, dan bahkan Kota Semarang. Sebab itu ia berharap keberadaan pesantren akan menjadi penguat masyarakat membentuk kota santri sebagaimana tema yang dipilih. Yakni, Revitalisasi Pondok Pesantren menuju Indonesia hebat dan mandiri.

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: