Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Des 17, 2016 in Kabar Pondok | 1 comment

Ponpes Aswaja Mendukung Kesebelasan Indonesia

Ponpes Aswaja Mendukung Kesebelasan Indonesia

Santri Pondok Pesantimg_1137ren Durrotu Ahlissunnah Wal Jama’ah menyaksikan laga final leg kedua Piala AFF 2016 yang disiarkan langsung di layar TV malam ini. Sore tadi, sebelum jama’ah sholat maghrib dilaksanakan, petugas keamanan dibantu oleh beberapa santri putra lainnya menyulap area parkir menjadi sebuah studio film alakadarnya. Indonesia Vs Thailand yang disiarkan secara langsung dari Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand kali ini membuat mereka berantusias untuk tidak melewatkannya. Rupanya mereka ketagihan setelah menyaksikan siaran langsung laga final leg pertama Piala AFF yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong Rabu (14/12/2016).

NOBAR (Nonton Bareng) yang diagendakan Santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunah Wal Jama’ah telah disetujui oleh pengasuh, jauh-jauh hari sebelum Garuda dan The War Elephants berada di area pertandingan. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan mereka terhadap Tanah Air. Mereka peduli terhadap Tanah Air dengan cara memberikan doa dan dukungan terhadap tim kesebelasan Indonesia. Dibuktikan dengan lantunan sholawat mereka yang terdengar seolah-olah menyaksikannya langsung di area pertandingan. Walaupun judulnya NOBAR, mereka tetap syar’i. Ada satir diantara santri pura dan santri putri.

Sebelumnya, Pengasuh Pesantren Durrotu Ahlissunah Wal Jama’ah mengaku bahwa ia juga suka terhadap bola. Kebetulan sekali, ada kekompakan antara pengasuh dan santri-santrinya sehingga NOBAR berjalan dengan lancar. “Andaikan saya tidak menyukai bola, saya akan tetap membolehkan santri-santri saya untuk menyaksikan piala AFF ini karena itu merupakan wujud apresiasi mereka terhadap Indonesia. Bahwa mereka memiliki rasa cinta terhadap Indonesia.”, Tutur Gus Agus Ramadhan malam ini.

Walaupun pada akhirnya Indonesia belum jadi juara pada laga final leg Piala AFF 2016 ini, mereka tetap bangga terhadap Indonesia. Karena bagaimanapun juga, Indonesia adalah tanah kelahiran mereka. “Ini adalah sebuah pertandingan. Pasti ada yang kalah dan juga ada yang menang. Dan apapun yang terjadi, saya tetap bangga terhadap tanah kelahiran saya, Indonesia.”, kata Ika Ruwaina, Wakil Lurah Putri Pesantren (17/12/2016). Zulfia Haryanti

1 Comment

  1. Cinta sholawat, cinta indonesia..

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: