Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jun 21, 2016 in Kolom Santri | 0 comments

Pesantren sebagai Refleksi Budaya Indonesia

Pesantren sebagai Refleksi Budaya Indonesia

Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbhineka tunggal ika. Di dalamnya hidup masyarakat yang serba plural, berbeda latar belakang juga karakter.

Pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang berbasis islam. Pesantren memiliki sistem pendidikan yang berbeda dari lembaga pendidikan lain. Di dalamnya tak hanya mengajarkan ajaran agama Islam, tetapi juga rasa nasionalisme dan emosionalitas. Tiga komponen antara spiritualitas, intelektualitas, dan emosinalitas berpadu menjadi satu dalam harmoni pesantren.

Ada nilai-nilai yang diterapkan dalam pesantren, di mana nilai itu tidak diterapkan dalam lembaga pendidikan lain. Nilai-nilai itu adalah kombinasi nilai religi, sosial, etika, dan toleransi. Kehidupan yang plural karena para santri berlatar belakang berbeda mengharuskan mereka untuk bisa berkomunikasi dengan nyaman. Di sini pesantren bisa menjadi miniatur negara Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan budaya yang jamak. Selain itu ada etika yang diajarkan seperti sopan santun dengan kyai, dengan santri lain yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda. Etika ini sangat diperlukan bila santri terjun ke masyarakat kelak.

Kegiatan pesantren juga bukan hanya secara internal, tetapi juga eksternal. Dalam kegiatan internal mengajarkan budaya gotong royong yang begitu kental seperti kegiatan ro’an (bersih-bersih) di hari Ahad, maupun kegiatan lain. Di kegiatan eksternal, Kyai biasanya mengajak para santri untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar dengan cara mengadakan kegiatan seperti santunan dengan yatim piatu, pengajian umum, kerja bakti bersama warga, dan sebagainya.

Kehidupan pesantren mengajarkan santri untuk hidup sabar dan toleransi pada sesama. Hal ini tercermin dalam kehidupan pesantren seperti toleransi mandi, makan, bahkan  tidur. Intinya santri dididik untuk memiliki sifat kebersamaan dan kekeluargaan.

Jadi, fungsi pesantren selain mengajarkan agama islam untuk menjadi insan kamil (manusia sempurna), juga mengajarkan budaya hidup yang akan sangat bermanfaat di masyarakat kelak. Maka bisa dikatak pendidikan di pesantren akan membuat santri dewasa secara spiritual, emosional, dan intelektual.

(Ummu)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *