Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Pengajian kitab

 

Secara umum pengajian kitab yang ada di Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Bandongan, sistem bandongan ini merupakan model klasik yang diterapkan dalam proses pembelajaran kitab kuning di pesantren, dimana seorang guru atau kiai membaca makna kitab, kemudian para murid memaknai tulisan di kitabnya dan sang guru kemudian menjelaskan apa yang tadi ia baca. Sistem pembelajaran ini hanya bersifat satu arah. Di PPDA ngaji bandongan dilaksanakan setiap pagi dan sore yang terdiri dari 3 kelas dengan berbagai macam cabang ilmu agama yang dipelajari.
  2. Sorogan, metode ini memusatkan pembelajaran pada santri baik ngaji kitab kuning maupun Alqur’an. Jika sorogan kitab kuning maka santri di haruskan membaca kitab tersebut kemudian menjelaskannya dan menerangkan kedudukan (mreteli) kalimat yang dibaca tadi sesuai kaidah nahwu dan shorof (mirip dengan S-P-O-K dalam struktur bahasa indonesia) dihadapan ustadz untuk dikoreksi jika ada kesalahan. Kemudian dalam sorogan Alqur’an, santri membaca Alqur’an di hadapan ustadz untuk dikoreksi bacaannya sesuai kaidah makhorijul huruf, tajwid dan ghorib.