Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jun 5, 2016 in Artikel | 0 comments

Pelajaran dari Seekor Semut

Pelajaran dari Seekor Semut

Adakah yang tidak kenal semut, serangga kecil lucu nan imut. Biasa ditemukan di tanah, di meja, di balik tembok, dan di mana saja. Nampaknya mereka adalah satu-satunya binatang yang tidak pernah lepas dari penglihatan kita. Alangkah lebih baik jika kita tak hanya melihat, tapi juga mengenal semut secara lebih dalam. Untuk itu, yuk mari baca yang di bawah ini.

Mengenal  Semut     

Hewan dengan nama latin Oecophylla smaradigna ini memiliki 12.000 spesies dan sebagian besar hidup di daerah tropik. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membentuk sekitar 15 – 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar. Mereka hidup berkoloni dengan anggota ribuan semut. Semut terbagi menjadi semut pekerja, semut penjaga, semut pejantan, dan ratu semut. Semut  pekerja bertugas mencari dan mengumpulkan makanan, semut penjaga menjaga makana, semut pejantan mengangkat makanan yang berat, dan semut ratu reproduksi.

Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, kepala, dada, dan perut. Di kepalanya terdapat sepasang antena. Antena ini berfungsi untuk mendeteksi rangsangan kimiawi, berkomunikasi, alat peraba benda di depannya, dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan semut lain.

Si semut dikenal sebagai hewan terkuat kedua di dunia setelah kumbang badak. Semut pejantan mampu mengangkat beban lima puluh kali dari berat badannya sendiri. Subhanallah…

Semut dalam Pandangan Islam

Umat muslim diperintahkan untuk tidak membunuh semut, berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah,  Muhammad bersabda bahwa, “Ada seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan umatnya untuk mendatangi sarang semut kemudian membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih.”

Belajar dari Semut

Walau pun kecil dan sering di abaikan, banyak pelajaran hidup yang begitu besar darinya bila kita mau mempelajari.

Pertama, tidak pernah menyerah. Ketika kita menaruh jari di depan semut, semut akan mencari jalan lain. Pun begitu ketika menjumpai tembok, si semut akan memanjat atau menyusuri bawah tembok, bukan mundur.

Kedua, menjaga silaturahmi. Ketika kita melihat dua semut yang berlawanan arah, mereka pasti berhenti sebentar dan saling menempelkan kepala sebagai bentuk saling sapa dan silaturahmi.

Ketiga, gotong royong. Dalam mengangkut makanan, kita sering melihat semut-semut bekerja sama dan saling membantu.

Keempat, rencana jangka panjang. Ketika musim kemarau,semut bekerja keras untuk mengumpulkan makan dan menyimpannya sebagai cadangan ketika musim hujan turun. Hal ini bisa diaplikasikan pada kehidupan kita untuk selalu punya rancangan di masa depan.

Kelima, berpikir positif. Semut akan selalu berpikir bahwa musim hujan akan segera usai dan mereka selalu keluar untuk mencari cadangan makanan.

Keenam, saling menyayangi. Menjelang dewasa, semut pekerja berada di sarang. Mereka bertugas menjaga dan merawat ratu serta sumut-semut muda.

(Aisyah)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: