Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Nov 3, 2017 in Artikel, musyawarah fiqih | 0 comments

Musyawarah Fiqih : Sholat Gerhana

Musyawarah Fiqih : Sholat Gerhana

Tema : Sholat Gerhana
Mushohih : Ustadzah Yani
√ Sholat gernaha bulan dan matahari hukumnya sunah muakad.
√ Sholat gerhana berbeda dgn sholat sunah yg lain karena pada sholat gerhana membaca Al fatihah 2 kali, ruku 2 kali, i’tidal 2 kali dan sujud 2 kali setiap rokaatnya. Dan hendaknya imam berkhutbah dgn dua khutbah sebagaimana khutbah jumat
√ Sholat gerhana boleh dilakukan secara munfarid. Jika dilakukan munfarid maka tidak terdapat khutbah.
√ Jika ada dua daerah dimana daerah pertama  terjadi gerhana dan daerah kedua tidak terjadi gerhana maka yang lbh diutamakan melaksanakan sholat gerhana adalah daerah yg sedang terjadi gerhana tersebut.
√ gerhana tidak harus dilihat secara langsung, bisa dgn melalui alat ataupun perantara. Jadi walaupun kita tdk melihat secara langsung tetap disunahkn sholat gerhana.
Sholat gerhana dianjurkan sebagaimna dlm hadist nabi : ان الشمس والقمر لا ينكسفان لموت احد ولا لحياته فاذارايتم ذلك فصلواوادعوالله .تعال. رواه الشيخان ، وفي روايةمسلم ( kitab kifayatul akhyar)
Wallahu a’lam

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: