Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Des 18, 2016 in Kabar Pondok | 0 comments

Mengenal Nabi bersama Kyai Ulil Albab

Mengenal Nabi bersama Kyai Ulil Albab

 

 

Nabi Muhammad merupakan Nabi terakhir dan rahmatan lil alamin. Beliau, sebagai nabi terakhir memiliki tugas untuk membawa kabar gembira bagi selruh alam. Sebagai umat muslim, kita pun harua tahu seperti apa nabi kita. Nah, salah satu tahap mengenal nabi, yaotu dengan mengetahui masa kecil nabi.

Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim, dan dua tahun kemudian menjadi yatim piatu. Sudah menjadi kebiasaan orang Arab zaman dulu, bahwa seorang anak dititipkan untuk diasuh orang lain selama beberapa waktu. Saat itu, Nabi Muhammad juga melakukan tradisi tersebut.Beliau berada di bawah asuhan Halimatus Sa’diyah.

Nah, tahukah kamu apa yaang telah terjadi ketika Nabi berada di asuhan Halimah? Saat beliau berusia dua tahun?

 

Kyai Ulil Albab Shaikun dalam edisi selapan pondok, 10 Desember 2016 bercerita.

 

Suatu ketika, Nabi diajak oleh Halimah menghadiri suatu acara pemujaan patung-patung berhala. Ketika semua orang sedang melakukan pemujaan, Muhammad kecil tidak mau ikut. Saat itu beliau berumur 2 tahun.Ia lebih memilih menjauh.

Ketika ia menjauh, ia pun dengan kuasa Allah sampai ke Tihamah, daerah pantai Laut Merah. Kepergiannya ini membuat Halimah takut karema ia tidak tahu dimana Muhammad kecil berada.

Halimah pun bertanya kepada pendeta dan tak ada yang tahu. Pendeta menyarankan untuk menanyakan pada patung berhala yang tadi mereka sembah-sembah. Setiap kali Halimah selesai mengucapkan “Aina Muhammad?”, patung tersebut malah hancur. Halimah pun berpindah ke patung lain. Hal yang sama terulang kembali.

Akhirnya ia menanyakan pada kakeknya, Abdul Mutholib, sang juru kunci kakbah. Setelah mengelilingi kakbah beberapa kali, mereka pun mengetahui dimana Muhammad berada. Meski berbekal ketidakpercayaan yang tinggi bahwa Muhammad kecil berada di Tihamah, mereka toh akhirnya menemukan Muhammad sedang bermain di sana.

Peristiwa ini ada kaitannya dengan hijrahnya nabi ke Madinah. Saat dikepung dan diburu, beliau berhasil menyelamatkan diri. Beliau berjalan ke arah selatan hingga sampai ke Laut Merah. Hal ini untuk menghindari pembunuhan atas dirinya. Bahkan dalam suatu riwayat, siapapun yang bisa membunuh nabi akan diberikan hadiah 100 unta. Peristiwa ini bertepatan pula dengan hari kelahiran nabi, 12 rabiul awal.

Maulud/Maulid

Waktu kelahiran Nabi disebut dengan maulid nabi, bukan maulud apalagi mulud. Maulid berasal dari isim zaman yang berarti waktu kelahiran, sedangkan maulud berasal dari isim maf’ul yang berarti anak yang dilahirkan. Apalagi, lidah orang awam kebanyakan menyebut mulud, karena proses pemendekan.

Nah, karena tadi sudah membaca cerita dari Kyai Ulil Albab Syaikhun, jadi bertambah ilmunya, kan?

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *