Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jun 23, 2017 in Kolom Santri | 0 comments

Mencari Hilal ; Hormati Orang Tuamu

Mencari Hilal ; Hormati Orang Tuamu

Kamis 15 Juni 2017 merupakan malam terakhir sebelum liburan pondok dan sekaligus malam keberkahan bagi mereka. Kala itu, panitia Forum Kajian dan Amalan Ramadhan (FKAR) 1438 H mengadakan bedah movie. Film yang dibedah adalah Mencari Hilal. Karena, film Mencari Hilal adalah film yang bernafaskan islami. Selain itu, film Mencari Hilal juga termasuk film terbaik pada tahunnya di Malaysia. Dan pembedah film adalah Abdul Aziz, S.Psi., M.Psi., dosen jurusan psikologi Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Halaman pondok terlihat ramai, tapi malam itu, keramaiannya tidak seperti biasanya. Jika biasanya halaman pondok dipenuhi oleh motor-motor yang tertata rapi, saat itu halaman pondok diparkiri oleh santri putra dan santri putri. Santri putri di sebelah barat, dan santri putra di sebelah timur, hanya terpisahkan oleh sejengkal satir. Master of Ceremony, yang saat itu ditugaskan kepada kange Arju Taufiqurrahman, telah mengucapkan salam, tanda film tidak lama lagi diputar. Dan ternyata benar, 15 menit setelah MC membuka acara, film diputar. Tapi sebelum film itu diputar, moderator, yang saat itu ditugaskan kepada kange A M Adzkiya’ Amiruddin, membacakan sinopsis. Para santri terdengar riuh, tidak sabar ingin segera menyaksikan filmnya.

Setelah film diputar dan semua santri antusias melihatnya, tibalah saatnya film dibedah. Sambil duduk, Abdul Aziz perlahan membedah filmnya. Menurutnya, film ini adalah film yang bagus. Karena film ini digarap oleh sutradara yang berkualitas. Tapi, ada bagian yang tidak patut ditiru. Yaitu perilaku tokoh Heli yang tidak bersikap baik pada bapaknya. Hubungan Heli dengan bapaknya memang tidak terlalu baik, ia bersedia mengantarkan bapaknya (Mahmud) pun karena Heli ada maunya. Sebenarnya sikap ini bukan karena alasan, tapi ini dilakukan Heli karena si Mahmud dulu juga tidak mau menjaga istrinya yang sekarang telah meninggal.

Tapi, menurut Abdul Aziz, seharusnya anak tidak boleh berperilaku seperti itu. Seperti apapun orang tua, ia harus tetap dihormati. Karena sikap tidak hormat kepada orang tua, menurutnya adalah hal yang menghambat kesuksesan.

Acara ini merupakan serangkaian dari acara Forum Kajian dan Amalan Bulan Ramadhan (FKAR). Bedah movie kali ini, sifatnya melanjutkan program tahun kemarin. Tercatat, agenda ini sudah dilaksanakan selama 3 tahun. “Secara formalitas, acara bedah movie diadakan karena tahun lalu juga mengadakan bedah movie”, ungkap Imam Syarif Ainun Nizar selaku Ketua Pelaksana bedah movie.

Menurut Muhammad Khusnu Ar-rasyid, selaku ketua panitia FKAR 1438, acara ini ditujukan untuk memberikan hiburan dan mengambil hikmah dari film tersebut. “Acara ini ditujukan untuk memberikan hiburan pada santri, menghilangkan kejenuhan di bulan Ramadhan, dan mengambil hikmah dari film yang dibedah”, tandasnya.
(A M Adzkiya’ Amiruddin)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: