Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 17, 2017 in Kabar Pondok | 0 comments

Kenangan Indah di Ziarah Kubro 2017

Kenangan Indah di Ziarah Kubro 2017

Serangkaian acara Ziaroh Kubro 2017 telah terlaksana dengan sukses. Acara ziaroh pada periode ini di ketuai oleh angkatan Muroja’ah yaitu Muhammad Bakharudin dan Durrotun Ma’rufah. Alhamdulillah setelah 3 bulan merencanakan acara serta kerja keras dari Panitia Ziaroh Kubro 2017, alhasil ziaroh yang diselenggarakan pada tanggal 21 sampai 23 Januari 2017 (selama 3 hari) tersebut dapat berjalan lancar.
Pada ziaroh kali ini panitia berhasil menggait 250 peserta dengan asumsi 5 bus. Peserta yang mana tidak hanya dari santri Aswaja saja, namun juga dari luar pondok berjumlah 16 orang serta para Utadz Ustadzhah dan keluarga ndalem sebanyak 9 orang. Adapun lokasi yang ditujukan ada 12 tempat yaitu, Mbah Sapuro (Pekalongan), Syech Maulana Syamsudin (Pemalang), Sunan Gunung Jati (Cirebon), Kanzus Sholawat Habib Luthfi (Pekalongan), Sunan Kalijaga (Demak), Sunan Kudus (Kudus), Sunuan Muria (Kudus), Sunan Bonang (Tuban), Sunan Drajat (Lamongan), Sunan Giri (Gresik), Sunan Gresik (Gresik), Sunan Ampel (Surabaya), dan Mbah Kholil Bangkalan (Madura).
Mulai keberangkatan pada pukul 06.00 berkumpul di pelataran FIP Unnes kemudian breaving sebelum pemberangkatan yang dipimpin secara langsung oleh Pengasuh Pondok Kyai Agus Ramadhan dilanjutkan do’a bersama. Tepat pukul 07.00 bus melaju menuju lokasi pertama yaitu Makam Mbah Sapuro di Pekalongan. Tak hanya ziarah pada satu makam, disertakan ziarah ke Makam Habib Ahmad dan Habib Hasyimyang mana jaraknya tidak terlalu jauh. Selesai dari Pekalongan kemudian diteruskan ke Pemlang yaitu ke Makam Syech Maulana Syasmsudin. Di Pemalang peserta ziaroh mendapat makan siang kemudian menjalankan sholat dhuhur jamak taqdim. Selain ziarah di tenpat tersebut dihidangkan pemandangan pantai yang indah di sepanjang pinggir jalan raya.
Sekitar jam 5 sore kami sampai di Cirebon di Makam Sunan Gunung Jati, sesampainya ziaroh kami langsung ziarah kemudian melakukan shalat maghrib jamak taqdim. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kanzus Sholawat di Pekalongan, tiba disana sekitar dini hari dan digunakan untuk menjalankan Qiyamullail berjamaah. Setelah istirahat dan sholat disana kemudian diteruskan perjalanan menuju Demak ke Makam Sunan Kalijaga disana peserta mandi kemudian di lanjutkan sholat shubuh dan ziaroh. Setelah itu perjalanan ke Makam Sunan Kudus (Kudus) dan Sunan Muria (Kudus). Perjalanan yang cukup melelahkan, peserta naik turun dan berjalan, tak hanya itu sekaligus berbelanja.
Waktu menunjukkan semakin sore, hingga akhirnya di waktu berkisar antara maghrib dan isya berhenti di Rumah Makan Luwes di Lasem, Rembang. Peserta dapat istirahat sejenak, mandi, makan kemudian dilanjutkan sholat. Selanjutnya perjalanan ke Makam Sunan Bonang di Tuban. Subhanallah, betapa tidak terharu saat kami bersinggah di masjid iringan hadroh dengan merdunya di Masjid Agung Tuban dihiasi dengan keindahan arsitektur masjidnya. Kemudian kami menjalankan sholat isya jamak takhir di sana, dilanjutkan ziaroh kemudian menuju ke Makam Sunan Drajat (Lamongan) sekitar dini hari. Sudah menjadi aktivitas rutinan untuk menjalankan Qiyamullail dan sholat shubuh.
Perjalanan selanjutnya yaitu menuju Makam Sunan Gresik dan Sunan Giri kemudian diteruskan ke Makam Mbah Kholil Bangkalan di Madura yang mana makamnya berada di dalam masjid. Sampailah pada penghujung tujuan acara ziaroh yaitu Makam yang terakhir di Surabaya, Makam Sunan Ampel. Saat itu hujan turun deras, namun tidak mengurangi semangat peserta untuk berziarah apalagi belanja-belanja. Acara ziarah telah selesai, sebagai penutup kami singgah ke Rumah Makan di wilayah Tuban sebagai bentuk makam malam sekaligus tempat sholat dan istirahat. Sekitar pukul 11 malam kami perjalanan menuju pondok tercinta dan sekiatr pukul 3 dini hari kami sampai di pelataran FIP, maka selesailah ziarah kami.
Banyak cerita, suka dan duka yang telah terlewati selama ziaroh mulai dari guyonan di bus, kebersamaan makan berfhoto serta saat mengantri kamar mandi ataupun berebut angkutan umum. Namun semua itu yang menjadi inti adalah kekhusyukan mendoakan para auliya Allah. Tak lain sebagai wujud kerinduan kita kepada tokoh-tokoh yang dekat dengan Rasul dan Allah.“Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, panitia Ziarah Kubro 2017 yang dangan ikhlas turut menyukseskan acara ini, acara ziaroh ini merupakan cita-cita tahunan yang selalu diadakan seperti keinginan Amarhum Abah Kyai Masrokhan dalam pangandikannya sebelum wafat. Semoga acara ziarah ahun ini dapat bermanfaat dan pesan untuk ziaroh yang akan datang semoga bisa lebih baik lagi”, ucap ketua panitia, Habib Bakhar.(Ikar)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: