Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Nov 17, 2017 in Kabar Pondok | 0 comments

Jurnalisme Berbasis Sastra

Jurnalisme Berbasis Sastra

Dok / SQA

Pondok pesantren Durrotu Aswaja, mengadakan Pelatihan Jurnalistik, Semarang, 16 November 2017.

Acara yang mendatangkan Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes, Edi Subkhan, S.Pd. M. Pd. tersebut dipelopori oleh Unit Kegiatan Santri (UKS) Satrul Qolam Aswaja (SQA) atas rekomendasi oleh Kiai Agus Romadhon, pengasuh pesantren. Hal tersebut dimaksudkan agar para santri memiliki acuan, walaupun hanya dasarnya saja, lebih-lebih mahir dalam menulis berita.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon. Para santri baik laki-laki (kang santri) maupun perempuan (mbak santri) banyak yang berantusias tinggi untuk tidak melewatkan acara tersebut. Terbukti aula lantai tiga pondok putra yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya acara tersebut penuh sesak oleh mereka.

Edi Subkhan menjelaskan tentang bagaimana menulis berita dengan baik. Beliau sangat menekankan bagi para penulis berita untuk tidak mencantumkan opini atau beropini karena berita yang benar adalah melaporkan, bukan berpendapat.

Beliau juga menyarankan untuk menulis berita dengan tidak menggunakan alur piramida terbaik tapi seperti alur menulis cerpen agar suatu berita mempunyai nilai seni tersendiri. Asal tidak menyalahi aturan dan tetap ada unsur 5W dan 1H, berita tetap akan menjadi berita. Yang terpenting tetap menuliskan makna, tetap berupa fakta, bukan berimajinasi. (Zul)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: