Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jan 20, 2017 in Artikel | 0 comments

Islam Ummathan Wasathan Untuk Islam yang Damai

Islam Ummathan Wasathan Untuk Islam yang Damai

Islam diturunkan oleh Allah SWT untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. Radikalisme dan ekstrimisme yang menolak perbedaan bukanlah paham yang diajarkan oleh islam. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam sebuah tatanan masyarakat menurut islam adalah sebuah rahmat. Begitu pun keberagaman yang ada di indonesia ini merupakan sunnatullah atau keniscayaan yang tidak dapat kita tolak. Keberagaman yang ada patut kita jaga untuk menciptakan sebuah bangsa yang rukun dan damai. Islam tidak pernah memaksakan agar agamanya dianut oleh penganut agama lain, seperti tertuang dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 256 dan surat Al Kafirun.

Sejarah nabi Muhammad SAW mengajarkan kita agar menjaga kerukunan terhadap siapapun, seperti saat nabi membangun masyarakat di Madinah melalui dibuatnya sebuah consensus yaitu Piagam Madinah, baik muslim, yahudi, nasrani, majusi dan agama lainnya saling melindungi satu sama lain, meskipun suku-sukunya pun juga berbeda. Islam rahmatan lil ‘alamin tidak hanya diajarkan oleh nabi Muhammad SAW, tetapi Walisongo sebagai penyebar islam di indonesia juga demikian, menyebarkan islam dengan damai. Munculnya paham-paham radikalis akhir-akhir jelas bertolakbelakang dengan ajaran islam dan sejarah perkembangan islam yang dibawakan para pendahulu.

Pemahaman islam sebagai agama kasih sayang atau rahmatan lil ‘alamin perlu ditanamkan pada awam. Salah satu bentuk pengejawantahan islam rahmatan lil ‘alamin adalah membangun kaum muslim berasas ummatan wasathan atau moderat. Sikap moderat yang berada pada pertengahan merupakan salah satu bentuk manifestasi islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Berangkat dari permasalahan tersebut penulis mencoba memaparkan konsep islam ummatan wasathan sebagai perwujudan agama rahmatan lil ‘alamin yang dapat kita ajarkan dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Konsep islam ummatan wasathan terdiri dari beberapa pilar, yaitu sikap tasamuh (toleran), sikap tamaddun (beradab), sikap istiqamah (konsisten).

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: