Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Mar 30, 2017 in Kabar Pondok | 0 comments

Grand Opening dan Sarasehan HAS XXVII PONPES DURROTU AHLISSUNNAH WALJAMAAH

Grand Opening dan Sarasehan HAS XXVII PONPES DURROTU AHLISSUNNAH WALJAMAAH

Semarang, Para santriwan/wati begitu antusias mengikuti semarak arak-arakan Grand Opening HAS XXVII dan Sarasehan yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Sekaran, Senin (27/3) pada malam hari.

Acara arak-arakan Grand Opening dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai rangkaian acara HAS. Kelompok disesuaikan dengan jumlah kelas sehingga ada 5 kelompok. Kelompok 1 atau kelas 1 madin mengusung acara Kotmil Qur’an, kelas 2 mengusung acara Kotmil Kutub dan Musyawarah Qubro, lalu disusul kelompok 3 dengan acara Pengajian Akbar, kelas 4 dengan acara Khitanan Massal dan Donor Darah, terakhir kelas 5 dengan acara Temu Wali Santri dan Alumni.
Semua acara dikemas oleh masing-masing kelompok degan sangat kreatif.

Arak-arakan dimulai dari halaman depan pesantren melewati Jalan Taman Siswa dan simpang tujuh sekitar 1 km, kemudian berbelok ke kanan, masuk gang rambutan sekitar 200 m. Di awal dan di akhir pemberangkatan, panitia menyalakan petasan sebagai bumbu kemeriahan dan tak lupa juga menerbangkan balon bertuliskan HAS XXVII setelah doa dan harapan selesai.

Pada sarasehan kali ini, panitia mengundang K.H Amin Budi Harjono, Wakil Ketua LESBUMI PWNU Jateng dan K.H Fadlolan Musaffa’, seorang dosen pascasarjana UIN Walisongo. Tema yang diambil ialah “Nasionalisme Kaum Santri dalam Mewujudkan Integritas Bangsa di tengah Konflik Antar Golongan Agama”. Menurut M. Fika Al Muzabib, ketua panitia HAS tahun ini, tema dipilih sebagai pendorong rasa nasionalisme santri dimana konflik antar umat beragama di Indonesia cenderung marak akhir-akhir ini. Sebagai seorang santri, harus mampu membendung konflik dan menegakkan persatuan, tak hanya pandai mengaji, tetpi juga mampu berorganisasi dan berprestasi.

Untuk megurangi kejenuhan peserta, panitia menyajikan hiburan rebana Ad Durroh dari Semarang dan tari sufi.

“Acara Grand Opening dan Sarasehan tahun ini menurutku bagus karena beda dari tahun sebelumnya. Kalo dulu dilaksanakan di MUA, sekarang di sini lebih luwes,” tutur salah seorang santriwati berama Nafisatul Iqramah.

Menurut Putri, santriwati asal Brebes, selain beda, acara kali ini juga lebih semarak dan meriah karena rute arak-arakan yang sedikit lebih jauh. “Di samping itu, di kantor ini lebih leluasa dibandingkan di masjid yang kesannya harus khidmat banget,” pungkasnya.

(Naisya/A)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *