Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 9, 2018 in Kabar Pondok | 0 comments

Donor Darah HAS XXVIII PP Durrotu Ahlisunnah Waljama’ah

Donor Darah HAS XXVIII PP Durrotu Ahlisunnah Waljama’ah

Semarang-Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan darah, Pondok Pesantren Durrotu Ahlisunnah Waljama’ah (PP Durrotu Aswaja) kembali mengadakan kegiatan donor darah yang merupakan  serangkaian HAS XXVIII. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 07 April 2018 di aula santri putra lantai dua dengan mengundang UPD Palang Merah Indonesia Kota Semarang. Selain ditujukan untuk santri PP Durrotu Aswaja sendiri, kegiatan donor darah juga ditujukan untuk kalangan umum. Ada sekitar 100 orang yang mendaftar namun hanya 50 orang yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor.

 

Donor darah yang ketiga kali ini dimulai pada pukul 09.00 pagi. Pertama, pendonor  datang dan mengisi formulir pendaftaran bagi calon pendonor darah di bagian administrasi. Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan hemoglobin (HB) darah dan tensi oleh petugas PMI. Banyak calon pendonor darah yang merasa kecewa karena tidak memenuhi persyaratan seperti; berat badan kurang, HB darah kurang, dan tensinya tidak memenuhi kriteria.

Seperti yang dialami oleh calon pendonor darah bernama Wirda Kamalia, dia bercerita bahwa dia sudah mempersiapkan seminggu sebelum kegiatan donor darah berlangsung mulai dari jam tidur malam ditambah, memperbanyak makan sayur dan protein namun setelah dicek belum memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi.

Setelah dilakukan pengecekan dan memenuhi persyaratan, pendonor mengantri didalam ruangan.

 

Ada empat tandu yang disediakan untuk tempat tidur pendonor dan dua petugas PMI yang bertugas mengambil darah. Pendonor pertama diawali oleh Kang Agus Sulaiman yang merupakan santri PP Durrotu Aswaja sendiri. Kemudian diikuti oleh santri dan beberapa mahasiswa UNNES sesuai urutan antrian.

Suasana pengambilan darah berlangsung lancar dan seru. Mulai dari pendonor yang begitu semangat sampai pendonor yang merasa gelisah dan tegang karena takut dengan jarum suntik atau khawatir sakit. Ada pendonor yang membaca serangkaian dzikir dengan suara keras, menutupi wajahnya dengan tangan, melamun dengan menatap langit-langit dan memainkan mobile phone untuk menghibur diri.

 

Kegiatan donor darah sangat bermanfaat bagi masyarakat luar dan juga menambah keakraban diantara santri dan mahasiswa karena terjalin komunikasi langsung seperti, saling memberi semangat diantara pendonor dan menanyakan bagaimana rasanya setelah donor darah.

 

“Kedepannya kegiatan donor darah diadakan rutin dan ditujukan untuk masyarakat sekitar seperti mahasiswa UNNES” begitu pesan Mba Rahmatika Nur Alawiyah mahasiswa UNNES jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran yang juga mengikuti kegiatan donor darah. *(Alisa)*

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: