Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jun 22, 2016 in Artikel | 0 comments

Dibalik Al-Alaq dan Seribu Malam

Dibalik Al-Alaq dan Seribu Malam

Bulan Ramadhan sebagai bulan penuh kemuliaan tak afdal rasanya bila melewatkan Nuzulul Qur’an dan malam Lailatul Qadar. Karena keduanya berhubungan langsung dengan proses turunnya Al- Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup umat manusia erta amal ibadah yang dilipat gandakan. Akan tetapi seringkali disalah fahami keterangan antara Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar, bahkan saling tumpang tindih antar keduanya, sehingga perlu diuraikan lebih jelas.

Istilah Nuzulul Qur’an yang sering diperingati pada malam tanggal 17 Ramadhan. Nuzulul Qur’an sendiri merupakan malam di mana Al-Hikmah pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW di Gua Hira melalui malaikat Jibril. Pada kesempatan pertama kali ini Malaikat Jibril membawa surat Al Alaq ayat 1-5 iqra’ wa rabbukal akram. Kemudian untuk selanjutnya Al-Qur’an diturunkan secara berangsur.
Sedangkan Lailatul Qadar adalah istilah yang digunakan untuk memperingati malam di mana al-Qur’an diturunkan langsung dari Allah swt secara keseluruhan baitul izzah (semacam ruang ilahiyah) yang kemudian dibawa jibril secara berangsur kepada Rasulullah saw. Allah swt mengungkapkan dalam surat Ad-Dukhan ayat 3:

dukhan

 

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi

Malam yang berkah itu tentunya berbeda dengan malam-malam lain. Allah swt mengistimewakan nilai malam ini lebih dari malam seribu bulan. Karena pada malam itu Malaikat turun ke bumi mengatur segala urusan. Sesuai dengan perintah-Nya mereka, para malaikat akan menetapkan berbagai takdir manusia mulai dari rizki, mati, jodoh dan semuanya.

Allah mengkhususkan keterangan ini dalam satu surat penuh, surat al-Qadar:

qadar

(1)Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. (2)Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (3)Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Sumber: nu.or.id

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: