Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Apr 12, 2018 in Galeri, Kabar Pondok | 0 comments

Berhidmat pada Guru adalah Kunci Sukses Memperoleh Barokah

Berhidmat pada Guru adalah Kunci Sukses Memperoleh Barokah

 

K. Agus Ramadhan sedang memotong tumpeng sebagai simbolis Khotmil Qur’an (asw/doc)

Semarang – Tepat pada hari rabu malam Panitia HAS XXVIII PP Durrotu Aswaja mengadakan tasyakuran khataman Al Quran periode 2017/2018 (11/4). Kegiatan ini dibuka dengan tahlil yang dipimpin oleh santri putra program Tahfidzul Quran. Pada periode kali ini terdapat tiga santriwati yang telah menyelesaikan hafalan qurannya. Mereka ialah Saudari Suci, Saudari Eka Amania, dan Saudari Aimah. Pada kesempatan tasyakuran kali ini mereka menyampaikan beberapa pesan motivasi kepada kawan santri lainnya.

 

Mba Suci menyampaikan bahwa kita sebagai santri harus selalu manut pada guru kita, harus manut untuk melaksanakan perintah yang diberikan pengasuh kita khususnya. Beliau juga menyampaikan bahwa apabila kita memang telah berniat untuk menjaga Al Quran maka jangan pernah kita menduakannya dengan apapun.

Selanjutnya Mba Eka juga menyampaikan pesan singkatnya yaitu dalam hal apapun jangan lupa berdoa dan berusaha untuk segala apa yang ingin kita capai terlebih jangan sampai kita mengecewakan kedua orang tua.

Mba Aimah juga menambahkan beberapa patah kata yang inti dari pesannya adalah ia ucapkan terimakasih kepada Ustadzah Dzir (istri dari Kiai Agus Ramadhan) selaku yang membimbing para santri santriwati khususnya para santri Tahfidzul Quran.

Selanjutnya ialah mauidhoh yang disampaikan oleh Kiai Agus Ramadahan sekaligus doa. Pada kesempatan mauidhoh kali ini beliau berpesan banyak sekali kepada santrinya, salah satu yang difokuskan ialah berpesan kepada santri bagaimana sebaiknya dalam menuntut ilmu.

“Walau cerdas jika tidak diulang-ulang, maka tidak akan selesai sesuai dengan target. Maka para santri seharusnya berkhitmad dalam menuntut ilmu, karena berkahnya ilmu itu dengan berhikmat, berhikmat dengan guru serta dengan bermanfaat” pesan beliau.

“Hafal Quran tetapi tidak bermurid, ilmunya tidak barokah, karena ilmu yang barokah ialah ilmu yang ada pada seseorang yang selalu dekat dengan penuntut ilmu” tambah beliau.

Pada mauidhohnya beliau juga menyampaikan bagaimana sosok Ustadzah Dzir yang begitu rajin, sholihah, telaten serta patuh pada suaminya. Beliau juga bercerita bagaimana dulu Usadzah Dzir berjuang dalam menghafal Al Quran dengan dibarengi tirakat dalail dan berhasil khatam menghafal Al Quran dalam waktu yang begitu cepat yaitu dua tahun setengah.

Sebelum menutup kegiatan, kembali beliau berpesan kepada para santri beliau untuk selalu berhikmat dalam menuntut ilmu dam berkimah pada para guru supaya ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang barokah. Selanjutnya beliau menutup acara malam kamis tersebut dengan bacaan doa yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan dakhiri dengan pemutaran video serangkaian Simaan Akbar.

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: