Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jan 29, 2017 in Kolom Santri | 0 comments

Alm. Yai Masrokhan: Santri Harus Bisa Ngedekake Langgar Ambruk

Alm. Yai Masrokhan: Santri Harus Bisa Ngedekake Langgar Ambruk

Sosok Alm. Abah Yai Masrokhan sewaktu masih hidup sangat dekat sekali dengan santrinya. Tak ada sebuah gap antara beliau dengan para santri, bahkan para santri sering beliau rangkul saat sedang  berjalan bersama beliau. Hal lain dari beliau  yang pasti akan dikenang dibenak para santri adalah saat ngaji dengan beliau, beliau pasti kuat sampai berjam-jam meski diusia yang sudah sepuh.

Ada sebuah petuah yang sering beliau dawuhkan berulang-ulang kepada para santri, bahwa santri itu adalah kader para ulama. “kowe sak ora-orane kudu siap ngedekake langgar ambruk”, kalimat ini yang sering kami dengar dari beliau, kalau diartikan dalam bahasa indonesia adalah kamu setidaknya harus bisa menegakkan musholla (langgar) yang ambruk.

Maksud dari beliau, setidaknya ketika para santri nantinya lulus dari pesantren, jika terjun di masyarakat harus mampu meramaikan atau menghidupkan kembali musholla atau masjid dengan dakwah jika sebelumnya aktivitas tersebut mati. Karena terkadang masih banyak fenemonan musholla yang berada di kampung-kampung yang menjadi takmir, muadzin dan imam hanya orang itu saja serta usianya ditambah tua lagi.

Sudah menjadi keniscayaan para santri jika diwaktu nanti setelah lulus dari pesantren mereka harus bisa metasaruffkan ilmunya di masyarakat. Bagi beliau santri harus siap menjadi kyai, meski dalam konteks ini kyai tidak harus yang memiliki pondok pesantren atau imam masjid. Akan tetapi para santri selalu menjadikan semua profesi yang digeluti nanti sebagai wahana dakwah, meski ia sebagai petani, PNS maupun pejabat negara.

Selain itu bagi beliau Alm. Abah Yai Masrokhan, para santri harus selalu terlibat dalam aktivitas mengaji. Kalau tidak mengajar maka harus belajar dan begitupun sebaliknya. Sesuai dalam kitab ta’limul muta’allim bahwa kewajiban mengaji bagi kaum muslim itu dari lahir sampai ke liang lahad.

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: