Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Jan 24, 2018 in Kabar Pondok | 0 comments

ABAS : Belajar Bermanfat untuk Masyarakat

ABAS : Belajar Bermanfat untuk Masyarakat

Peserta ABAS santriwati/ PPDA doc

Semarang – Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja K. Agus Ramadhan, S. Pd.I. melepas santrinya mengikuti Amal Bakti Santri (ABAS) Periode 2018 untuk pertamakalinya. Ponpes Durrotu Aswaja mendorong parasantrinya untuk terjun berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka akan diterjunkan di 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Ngijo dan Kelurahan Kalisegora Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Upacara penerjunan santri ABAS dilakukan di Kantor Kepala Desa Kalisegoro dan Ngijo, Rabu (24/1/2018). Mereka adalah santri kelas nihai atau santri yang telah/ hampir selesai menempuh studi di Universitas Negeri Semarang.

“Tujuan dilaksanakannya ABAS ini yaitu agar santri setelah ABAS dan pulang kembali kemasyarakat dapat bermanfaat dan berguna di masyarakat serta tidak kaget dengan kondisi di masyarakat,” kata Reza Firdaus saat memberikan sambutan.

Menurut dia, sebanyak 75 santri itu akan diterjunkan di 2 keluruhan dengan 30 santri di Kelurahan Kalisegoro dan 45 santri di Kelurahan Ngijo. Mereka diterjunkan di masyarakat selama 3 minggu masa operasional lapangan, mulai tanggal 24 Januari hingga 13 Februari 2018.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja menyampaikan terima kasih kepada semua aparatur dan masyarakat karena telah mau menerima dan mendukung diadakannya amal bakti santri (ABAS).

“Kegiatan ABAS ini merupakan salah satu contoh bentuk kerjasama antar umaro’ antar agama Islam dan saling menguatkan Islam rohmatal lil alamin. Kerjasama ini mungkin bisa berkelanjutan ditahun depan, tidak hanya di RW ini tapi RW yang lain. Tidak hanya itu, bilamana di Kalisegoro ini tidak ada TPQ, santri siap mendirikan dan mengelola TPQ di Kalisegoro ini. Tahun 2018-2019 adalah tahun politik, Kelurahan Kalisegoro ini dapat mengadakan malam keberkahan dengan adanya Kalisegoro Bersholawat, semoga dengan adanya itu maka politik di Kelurahan Kalisegoro ini dapat berjalan dengan sukses, aman dan nyaman,” katanya.

Kepada para santri yang akan mengikuti ABAS, dia berpesan agar para santri dapat tetap menjaga dan menjungjung nama baik pondok, UNNES, dan juga diri sendiri dengan mengabdi di daerah sekitar pondok. Semoga tidak berhenti sampai disini dan bisa bekerja sama ditahun selanjunya serta dengan adanya amal bakti santri ini menjadikan aparatur desa lebih sukses dan berkembang untuk melaksanakan tugas negara.

Kepala Desa Kalisegoro yang kali ini diwakili oleh sekretarisnya Tri Winarno, S.H. merasa senang dan bangga karena ini baru pertama ditemapti amal bakti santri.

“Kami merasa bangga karena ini pertama kali ditempatkan amal bakti santri yang biasanya ditempati KKN oleh mahasiswa. Kami berpesan kepada santri untuk saling berkoordinasi agar dapat saling membantu dan dapat mensukseskan amal bakti santri ini,” tambahnya.

Lanjut sambutan dari Kepala Desa Ngijo Siti Muhimatul berpesan bahwa para santriwan dan santri waktu harus bisa membawa nama baik pesantren dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

“Seperti yang telah disampaikan oleh pengasuh, santriwan dan santriwati ini harus menjaga nama baik pesantren. Tidak hanya itu, para santri ini juga harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena waktu 3 minggu itu tidaklah lama apalagi waktu ini dilakukan untuk kegiatan yang baik. Saya juga meminta agar santri tidak hanya menjalankan tugas pokok untuk mengisi masjid dan TPQ tapi harus bisa membaur dengan masyarakat seperti halnya kerja bakti,” Tuturnya.

Ia berpesan agar melakukan kegiatan yang bermanfaat dan baik untuk orang lain karena itu akan menorehkan cerita yang baik pula. Mari manfaatkan ilmu secara bermanfaat. (Tam)

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: