Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted on Okt 10, 2016 in Kolom Santri | 0 comments

Abah Ingin Diwawancarai

Abah Ingin Diwawancarai

Abah Ingin Diwawancarai

 

Waktu terus memburu

Langkah kaki di pacu untuk terus maju

Terdengar suara dari sosok yang tak asing, Abah yai

Sosok itu menegurku dengan suara khasnya, sapaan kebapakan. “Ameh ngo ndi nok ayu?”.

 

Pukul 06.50, selesai roan aku dan temanku bergegas pergi untuk mengikuti pelatihan jurnalistik. Terburu-buru,  sampai aku tak sadar abah ada di sampingku manakala aku sudah menjatuhkan sepatu di depan teras hendak langsung pergi. Namun suara itu menghentikan langkahku, memaksaku untuk berbalik. “Ameh ngo ndi nok ayu?”, begitu abah menyapaku. “Badhe kegiatan bah, pelatihan.”, “Pelatihan apa?”, kembali abah bertanya. “Niku bah, pelatihan dasar jurnalistik.” jawabku. “Oh reporter ya, bagus-bagus-bagus. Kalau begitu nanti abah diwawancarai ya.” expresi abah begitu khas, dan aku hanya bisa mengiyakan.

Sekilas guyonan abah tadi terlihat biasa. Namun jika di fikirkan lebih dalam lagi. Hal ini menjadi tidak biasa. Mengapa abah merespon dengan permintaan untuk diwawancarai karena santri tersebut diketahui sedang aktif di bidang jurnalistik. Sisi lain, ketika abah diwawancari hal itu tidak saja mengangkat sosok abah secara pribadi namun juga mengangkat pondok pesantren Durrotu Ahli Sunnah Waljamaah, pondok yang sedang di asuh beliau. Efeknya PPDAW sebutan untuk pondok pesantren Durrotu Ahli Sunnah Waljamaah menjadi lebih dikenal publik. Santri yang mendaftar semakin banyak, kegiatannya semakin baik, dan bisa jadi akan menarik donatur lebih banyak lagi. Ini dalam konteks jurnalistik, seperti reporter yang abah maknai. Bagaimana dengan konteks yang lain, abah pernah menjelaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat. Hal ini menjelaskan bahwa dalam bidang apapun yang digeluti santrinya, dimanapun , kapanpun dan dengan siapapun santri hendaknya selalu bisa memberi manfaat. (Salamah)

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: